Intisari Nasihat Fahri Hamzah Kepada Pimpinan Pusat Organisasi Pemuda Islam

Dihadapan belasan Pimpinan Pusat berbagai organisasi pemuda Islam, seperti Pemuda Muslimin, Syabab Hidayatullah, Pemuda Dewan Dakwah, Barisan Muda Al-Ittihadiyah, Pemuda Al-Washliyah, Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) dan lain-lain yang melakukan audiens di Ruang Tamu Nusantara III DPR RI (17/9), Wakil Ketua DPR RI yang juga merupakan Presiden Keluarga Alumni KAMMI Fahri Hamzah menyampaikan beberapa nasihat:


Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI. image by republika.co.id

1. Organisasi pemuda Islam harus yakin dan berani melakukan klaim keanggotaan. Kita mampu meyakini berapa anggota kita di daerah, berapa cabang kita, berapa jumlah riil di seluruh Indonesia, apa potensi kita. Sehingga kita berani berbicara didepan organisasi lain. Mulailah membuat database yang rapi dari organisasi kita.

2. Salah satu kunci keberhasilan mobilisasi vertikal dan horisontal, agregasi kultural dan struktural adalah keakuratan database. Mungkin kita malas membuat database. Sekelas negara saja tidak punya database penduduk yang akurat. Tapi yakinlah database kita akan menjadi kekuatan tersendiri dalam gerakan Islam.

3. Kembangkanlah pikiran. Milikilah gagasan yang orisinil. Tuangkan secara ilmiah dalam website resmi organisasi. Sampaikan melalui media sosial seperti di twitter. Mulailah mengembangkan percakapan dengan banyak orang. Agar ada keterbukaan untuk mendapatkan pengetahuan baru.

4. Kita belum memiliki tradisi berpikir yang modern. Cara berpikir kita jauh ketinggalan dibandingan Nabi. Padahal Nabi hidupnya berabad jauh sebelum kita. Itu karena jarangnya kita berinteraksi dengan Al-Qur'an. Padahal Allah akan memberikan ilham kepada mereka yang membuka dialog dengan-Nya.

5. Tentang bagaimana mengembangkan kapasitas kita, contohlah Nabi. Misalnya dalam soal kemandirian dan kemampuan mengkonsolidasikan harta. Nabi melamar seorang saudagar kaya untuk menjadi istrinya, dalam kondisi Nabi-pun sudah sangat kaya. Dengan 500 ekor unta. Coba bayangkan itu.

6. Ijtihad untuk melakukan berbagai terobosan itu lahir karena kedalaman membaca fenomena. Terobosan baru lahir karena adanya pikiran, ada cara baru. Ada metode baru. Dan itu lahir karena tradisi membaca kita. Semakin kuat membaca tanda-tanda, semakin mampu melakukan terobosan baru dalam amal.

7. Ada tradisi ulul Albab yang 'jauh' dari gerakan Islam saat ini. Padahal tradisi ulul albab adalah pondasi dari kebangkitan umat. Kesadaran intelektual-lah yang akan menjadi tulang punggung kebangkitan. Berpikir dan berdzikir. Berpikir melakukan progres dan lompatan-lompatan. Berdzikir melakukan muhasabah.

8. Kita harus lacak keyakinan kita. Seberapa yakin kita dengan masa depan perjuangan kita. Jangan disorientasi. Jangan galau, jangan bimbang. Harus confident (percaya diri). Tidak ragu dengan jalan ini. Pejuang Islam mesti yakin akan peta jalan di depannya. Yakin dengan Allah.

9. Hijrah itu bukan sekedar pindah tempat ke tempat lain. Tapi hijrah itu tentang niat. Kalau maksud kita baik, kita akan didukung Allah. Kita akan menang. Orang itu mendapatkan apa yang diniatkan. Niatkan hijrah dalam proses kehidupan kita untuk sesuatu yang tinggi

10. Seperti Madinah, kota yang lahir karena niat. Ia lahir karena datangnya orang-orang yang memiliki niat. Hingga berjuluk Al-Munawwarah. Kota yang bercahaya. Niat orang datang membangun Madinah karena ingin mendapatkan cahaya. Begitu juga hijrah kita.

11. Kenapa gerakan Islam agak keteteran politiknya. Karena kita tidak jelas arah politiknya. Kita tidak percaya diri dengan masa depan. Tidak memiliki mimpi yang penuh keyakinan beserta seluruh tahapannya. Sehingga kita sering sekali meributkan yang remeh-temeh. Tidak paham mana yang menjadi prioritas bangsa ini yang harus diperjuangkan.

12. Kalau ormas Islam sudah rapi, buatlah jaringan kelembagaan. Bergerak bersama-sama. Budayakan Silaturahim. Hal ini harus terus ada. Termasuk silaturahim ke NU dan Muhammadiyah. Minta nasihat pada para kyai dan ulama yang shalih. Buat padepokan. Ada pengajian bersama.

13. Ukhuwah harus terus ditingkatkan. Ada kesamaan ide dalam perjuangan. Belajarlah menjadi saudara yang sebenar-benarnya. Belajar saling lapang. Dan ini berat. Ada satu benda yang Allah tidak memberikan hak untuk mengendalikan. Namanya hati. Kita hanya mampu menyentuhnya.

14. Tentang kepercayaan diri. Lihatlah Nabi dan Rasul. Mereka tidak pernah kelihatan membungkuk didepan manusia. Matanya menyala seperti keluar api. Tidak pernah kelihatan takut, ragu atau terpukul. Ia hanya menangis di hadapan Allah. Dan cukup sampai di situ. Esoknya ia kembali tegar.

15. Dalam perjuangan, kita harus singkirkan yang remeh-temeh. Kita harus bisa mengendalikan diri kita. Tetap kokoh pada cita-cita. Tunjukkan kalau kita sudah tidak butuh dunia dan manusia. Kita hanya butuh Allah. Kalau tidak kokoh dengan cita-cita, di perjalanan kita hanya jadi penggembira aja.

16. Kita harus menjadi orang yang lurus niatnya. Jangan gampang goyah dengan godaan, rayuan dan tawaran. Kalau kita mau, hari ini kita sudah diminta jadi menteri. Tapi bukan itu niat kita. Kita sedang berjalan menuju cita-cita kita. Dan tawaran-tawaran seperti itu tidak boleh memalingkan perhatian kita.

17. Komentar saya soal PKS. Memang ini aksioma gerakan, bahwa setelah 20 tahun ini akan terjadi kematian ide lama. Yang kematian itu akan melahirkan ide-ide baru. Kita harus hidup dan berjalan dengan ide-ide baru. Tinggalkan yang tak lagi relevan dan kompatibel dengan jaman.

18. Kita harus tidur dengan segudang rencana kebaikan dan capaian yang terukur. Dan esok, kita bangun pagi niscaya akan bergerak dengan rencana-rencana itu. Kalau kita tidak memiliki rencana sebelum kita tidur, maka kita bangun dengan perasaan linglung dan ketidakjelasan.

19. Antum harus lebih baik dari orang-orangtua yang tak mampu memikul beban dakwah. Banyak yang belum selesai dengan dirinya. Yang tersandera jiwanya. Tersandera kehidupannya oleh dunia, oleh ancaman dan tekanan. Dakwah ini hanya bisa dipikul oleh orang orang kuat yang mampu memikul beban dalam perjalanan.

20. Sekarang saya bicara tentang Trilogi Entrepreneurship. Dalam trilogi kewirausahaan, kita tidak mendapati uang sebagai faktor determinan. Faktor pertama adalah ide. Kita harus memiliki segudang ide kreatif, jangan sumberdaya alam kita dikuasai asing, kita masih jualan baju koko atau herbal. Bukan meremehkan usaha itu. Cuma kita harus berpikir melompat dan berbeda.

21. Faktor kedua adalah trust. Kita harus bisa dipercaya. Amanah dalam berusaha. Orang yang amanah akan mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan orang lain. Dan yang terakhir, kita harus mempunyai jaringan. Jaringan yang luas adalah faktor penentu dalam perdagangan. Dimulai dari sejak muda, bangunlah jaringan itu.

17 September 2018

Dapatkan info terkini:

0 Response to "Intisari Nasihat Fahri Hamzah Kepada Pimpinan Pusat Organisasi Pemuda Islam"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus