Typologi Golputters


Prof. Fahmi Amhar

Ada 4 macam golputters:

1. Golput teknis: di Indonesia ada sekitar 4 juta orang, yakni orang yang entah salah siapa tidak masuk di DPT, atau KTP-nya masih di daerah asal (bukan tempat tinggalnya sekarang) sedang dia secara teknis kesulitan untuk ke daerah asal tersebut hanya untuk mencoblos. Yang salah adalah KPU, yang gagal menciptakan sistem-teknis pemilu yang enak bagi semua orang.

2. Golput apatis: ini adalah para pemalas yang ogah-ogahan datang ke TPS. Lebih baik dipakai liburan, mumpung jalanan dan tempat wisata sepi, padahal hari libur. Mereka tidak akan datang ke TPS.

3. Golput pragmatis: ini adalah mereka yang bingung, karena tidak ada kandidat yang cocok dengan selera. Sebagian dari mereka tetap hadir di TPS, tetapi mencoblos seluruh pilihan atau di luar area, sehingga suaranya tidak sah. Mereka tidak akan diidentifikasi sebagai golputters.

4. Golput ideologis: ini adalah mereka yang justru sangat paham hakekat politik, dan melihat sistem demokrasi ini sebagai bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi, sehingga menolak untuk terlibat. Mereka umumnya menolak hadir di TPS, bukan karena apatis. Mereka punya kontribusi koq untuk masyarakat, entah sebagai pembayar pajak yang patuh, atau pekerja sosial yang rajin.

Ada lagi ?
Sebaliknya ttg mereka yg memilih pun, dibagi pula dlm 8 tipe oleh ustadz Farid Ma'ruf.
Ada delapan macam pemilih :

1. Pemilih karena suaranya dibeli.
Mereka datang ke TPS dan mencoblos caleg ttt karena caleg tsb sudah memberinya uang.

2. Pemilih karena janji caleg.
Mereka datang ke TPS dan mencoblos caleg ttt karena caleg tsb berjanji sesuatu kepada mereka. Misal : akan menghaluskan jalan, membangun jembatan, dll.

3. Pemilih fanatik buta terhadap tokoh.
Mereka datang ke TPS dan mencoblos caleg dari partai ttt karena fanatik terhadap tokoh yang diangkat-angkat partai tsb.

4. Pemilih fanatik buta terhadap paham ttt atau organisasi ttt.

Mereka datang ke TPS dan mencoblos caleg dari partai ttt karena fanatik terhadap paham ttt. Misal : paham islam modernis yang diwakili ormas Islam ttt (tapi ormas tsb secara resmi tidak mempunyai parpol, tapi tokoh-tokohnya pernah membidani lahirnya parpol ttt).

5. Pemilih penakut.
Mereka datang ke TPS karena takut jika tidak datang dan tidak nyoblos akan dianggap sebagai orang yang tidak umum, anti mainstream, anti kemapanan, dll.

6. Pemilih kebingungan.
Mereka datang ke TPS dan asal mencoblos nama caleg (padahal dia tidak paham program apa yang ditawarkan caleg-caleg tsb).

7. Pemilih karena janji parpol.
Mereka datang ke TPS dan mencoblos caleg dari parpol ttt karena parpol tsb berjanji akan memperjuangkan sesuatu yang menurut si pemilih penting diperjuangkan. Misal : akan memperjuangkan agar syariah Islam diterapkan.

8. Pemilih dengan kaidah “daripada”
Mereka datang ke TPS dan mencoblos caleg dari parpol yang sebenarnya juga belum tentu baik, tapi “daripada” nanti parlemen dikuasai oleh caleg-caleg dari parpol yang jelas tidak baik, maka mereka menggunakan argumen “daripada”.

Silakan tambahkan jika masih ada yang lain.
Penting diperhatikan, pilihan anda akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Tidak hanya beresiko menyesal lima tahun, tapi bisa penyesalan yang entah berapa ratus tahun atau bahkan ribuan tahun di akhirat.

Dapatkan info terkini:

0 Response to "Typologi Golputters "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus