Marak Islamofobia Dari Terorisme, LBH Pemuda PUI Temui DPR RI

Prorakjat.com, Jakarta-Selasa, 5 Juni 2018 ruang Fraksi PKS DPR-RI kedatangan para pimpinan organisasi kepemudaan Islam, termasuk Direktur LBH Pemuda PUI, Adeb Davega Prasna, SH.

Kedatangan para aktivis ini merupakan agenda lanjutan dari silaturahmi sebelumnya. Untuk kali ini, mereka beraudiensi terkait dengan pembahasan undang-undang terorisme dan isu-isu terorisme.
Audiensi ini sekaligus penyampaian keprihatinan atas terorisme yang memunculkan islamofobia di Indonesia.

Adeb Davega Prasna (tengah) menerima cinderamata dari F-PKS DPR RI pada saat Audiensi bersama FKOKI (Forum Komunikasi Organisasi Kepemudaan Islam)
Hadir dalam pertemuan ini, Agus Purnomo (Analisis Politik F-PKS), Tenaga Ahli Komisi III F-PKS dan Staf Ahli F-PKS, Direktur LBH Pemuda PUI, Ketua Umum Barisan Muda Al-Ittihadiyah, Ketua Umum Gerakan Pemuda Al-Washliyah, Ketua Umum Syabab Hidayatullah, Ketua Umum Pemuda Al-Irsyad, Ketua Umum Pemuda Muslim Indonesia, Ketua Umum Pemuda PERSIS, Ketua Umum Pemuda Dewan Da’wah serta Ketua Umum GEMA Mathla’ul Anwar.

Melalui rilis yang disampaikan ke prorakjat.com, Adeb Davega Prasna memberikan catatan kritis terhadap UU Terorisme yang baru disahkan ini, diantaranya: defenisi tentang terorisme yang multitafsir; pasal 12B tentang Pelatihan Militer. Pasal ini sangat sensitive karena banyak ormas-ormas Islam, yang memiliki divisi mirip militer untuk kegiatan kemanusiaan dan sosial.

Disoroti juga masa penahanan. Undang-undang sebelumnya masa penahanan selama 180 hari atau 6 bulan, sedangkan dalam undang-undang yang terbaru ditambah menjadi 270 hari atau 9 bulan (Pasal 25). Padahal ini bertentangan dengan prinsip HAM terkait perampasan hak kebebasan terduga terlibat dalam tindak pidana terorisme.

Untuk memberikan rasa adil dan hukum yang imbang, Adeb memberikan tawaran, yaitu pembentukan badan pengawas penegakan tindak pidana terorisme. Badan ini selanjutnya akan dibentuk melalui peraturan DPR, dimana badan ini berfungsi untuk mengawasi penegakan terhadap tindak pidana terorisme, baik penegakan yang dilakukan oleh Densus 88 maupun BNPT.

Dapatkan info terkini:

0 Response to "Marak Islamofobia Dari Terorisme, LBH Pemuda PUI Temui DPR RI"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus