"Hizbullah VS Partai Setan"



Irfan S. Awwas
Di masa Orba, Presiden Soeharto bilang: "Indonesia bukan negara agama dan bukan negara sekuler".
Kini lahir generasi yang malu dengan identitas agamanya. *Pertama,* baru sekarang ada orang kafir malu disebut kafir padahal mereka menolak Al-Qur'an dan kenabian Muhammad Saw. Dulu kaum kafir bangga jadi orang kafir, karenanya mereka perangi umat Islam. Dan menggiring umat Islam supaya mengikuti pola hidup orang kafir.
*"Orang-orang kafir berkata kepada mukmin: "Wahai orang-orang mukmin, ikutilah cara hidup kami. Kami akan menanggung segala dosa kalian selama kalian mengikuti kami". Padahal sebenarnya orang-orang kafir itu tidak sedikitpun sanggup menanggung dosa-dosa mereka sendiri. Sungguh orang-orang kafir itu berdusta."* (Qs. Al-Ankabut, 29:10).
*Kedua,* Ada partai setan menolak disebut setan. Padahal mereka memusuhi syariat Allah, bersahabat dengan musuh Islam untuk mendiskredit kan Islam. Membuat program partai yang meminggirkan Islam dari kehidupan berbangsa dan bernegara. "Jangan bawa-bawa agama dalam urusan negara," kata mereka. "Pisahkan agama dengan politik. Jangan ceramah politik di Masjid," kata mereka lagi. Di zaman dulu, setan bangga dengan statusnya sebagai setan, karenanya para setan mohon pada Allah, diberi dispensi untuk hidup sampai kiamat, sebagai penggoda dan penyesat manusia.
*"Setan telah memalingkan kaum munafik dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah. Orang-orang munafik yang berteman dengan kaum Yahudi dan Nasrani adalah golongan setan. Ketahuilah, sungguh golongan setan itu akan selalu rugi. Sungguh orang-orang yang menentang agama Allah dan RasulNya, kelak mereka itu hidup hina di akhirat".*(Qs. Al-Mujadilah, 58:19-20).
*Ketiga,* Ada yang mengaku beragama Islam, tapi memusuhi syariat Islam dan menuduh mereka yang berjuang menegakkan syariat Islam sebagai penjahat yang anti pancasila dan NKRI. Padahal Indonesia, negara yang berdasarkan agama, yaitu, *"Ketuhanan YME".* Akibatnya, kini kian banyak manusia yang berani nekad menista Islam, menghina Nabi Muhammad Saw, menuduh Al-Qur'an bukan Kitab Suci, dan memosisikan agama sebagai pemecah belah. Aneh kan!?
Renungkan firman Allah yang artinya : *"Wahai Muhammad, katakanlah : "Apakah Kami belum menjelaskan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi usahanya? Orang-orang yang paling rugi usahanya adalah orang-orang yang selama hidup di dunia melakukan perbuatan sesat, tetapi mereka mengira bahwa yang dia lakukan itu perbuatan benar. Mereka itu adalah orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhan mereka, dan tidak meyakini hari pertemuan mereka dengan Tuhannya. Oleh karena itu, sia-sialah segala amal perbuatan mereka, dan pada hari kiamat kelak Kami tidak akan menyelamatkan mereka dari adzab."* (Qs. Al-Kahfi, 18:103-105).

Dapatkan info terkini:

0 Response to ""Hizbullah VS Partai Setan""

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus