Sambut Jokowi, KAMMI Kuningan Aksi Kartu Merah






Sudah jadi catatan sejarah, tanggal 21 Mei 1998 diperingati sebagai hari jatuhnya Soeharto oleh gerakan mahasiswa dan rakyat. Soeharto tumbang setelah berkuasa selama 32 tahun.

Mahasiswa kemudian mengeluarkan 6 tuntutan Reformasi: Adili Suharto dan kroni-kroninya, Amandemen UUD 1945, Otonomii daerah seluas-luasnya, Hapuskan Dwifungsi ABRI, Hapuskan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dan Tegakkan supremasi hukum dan budaya demokrasi. Namun demikian hingga sudah 20 tahun reformasi berlangsung nyatanya belum ada banyak perubahan yang terjadi di negeri ini.

Kegeraman ini disuarakan PD KAMMI Kuningan dalam menyambut Jokowi ke Kuningan. Dalam aksi yang diberinama "Kartu Merah Jokowi" berisi beberapa tuntutan:

1. Menolak tegas kedatangan presiden Joko Widodo ke Kabupaten kuningan.
2. Meminta Jokowi untuk tegas dan berani dalam memimpin negara. Tidak takut oleh pihak manapun.
3. Korupsi yang semakin merajalela. Dengan keberadaan KPK saat ini harusnya bisa mengurangi praktek korupsi. Nyatanya KPK malah dijadikan alat saling serang dan tangkap oleh bos-bos yang memiliki modal dan kepentingan. Seperti halnya kasus mega korupsi seperti BLBI, Century yang belum selesai sampai saat ini.
4. Meinta pemerintah Jokowi untuk mengusut tragedi '98 yang menewaskan banyak mahasiswa dan sipil. yang tak kunjung tuntas serta cenderung dilupakan.
5. Tegakkan supremasi hukum seadil adilnya. Penegakka hukum tidak tebang pilih, seperti halnya Perppu Ormas yang bisa membubarkan ormas tanpa pengadilan dan juga UU ITE yang berpotensi mengkriminalisasi masyarakat
6. Menolak budaya demokrasi yang beralih ke budaya money politik. Suara dari rakyat sudah mulai bukan menjadi pertimbangan bagi kebijakan-kebijakan pemerintah, melainkan para pemilik modal dan pengusaha yang memiliki kepentingan-kepentingan politiklah yang dapat mempengaruhi kebijakan.
7. Negara berpihak pada kesejahteraan rakyatnya masih sangat jauh dari harapan. Kondisi saat ini yang masih sangat banyak masyarakat miskin yang kurang mendapat perhatian dari  pemerintah dan juga terkait harga-harga bahan pokok yang sedikit demi sedikit naik tanpa diimbangi dengan upah yang naik juga bagi para buruh. Bahkan untuk otonomi daerahpun cenderung menjadi perebutan kuasaan. Belum lagi jumlah TKA legal ataupun illegal yang terus meningkat, padahal jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup banyak.

Melihat kondisi tersebut kami dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Kuningan merasa prihatin. Oleh karenanya kami mengajak mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk terus mengawasi dan kritis terhadap pemerintah. 

Kritik ini merupakan bentuk kecintaan kami sebagai rakyat yang perhatian terhadap pemerintahnya. Kami juga berharap kedepan pemerintah lebih serius lagi dalam melaksanakan tugas-tugas utamanya yang dalam hal ini beberapa telah tertuang dalam visi reformasi.

*Hidup Mahasiswa !!! Hidup Rakyat Indonesia !!!*

Kordinator Lapangan Aksi KAMMI Kuningan 

Mohamad Irgan c.m

Ttd
Yogi Iskandar
(Ketua Umum PD KAMMI Kuningan)

Dapatkan info terkini:

0 Response to "Sambut Jokowi, KAMMI Kuningan Aksi Kartu Merah"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus