Misteri FH





Oleh: Erizal

Fahri Hamzah (FH) mencabut laporannya terhadap Mohamad Sohibul Iman (MSI). Cuma selangkah lagi, padahal. Tak ayal, FH digugat kawan-kawannya dan dicibir oleh lawan-lawannya. Sampai saat ini, sebetulnya belum ada jawaban pasti kenapa FH mendadak mencabut laporannya?

Saat mencabut laporan, FH terbang ke Afrika Selatan. Tiba di tanah air, sudah dingin. FH malah terlibat "cekcok" dengan Faizal Assegaf (FA). Ingin bernostalgia melihat FH serasa masih Wasekjen PKS, lihatlah cekcok dengan FA itu. Ia menuduh PKS terkait dengan terorisme. Ngeri.

FH meradang. FA terasa ganjil. Ia menuduh! Dilaporkan, ia malah balik melaporkan, soal pencemaran nama baik dan UU ITE. Hebat ia. Tak saja pimpinan, Anis Matta (AM) dan FH juga diseret. Membangunkan macan tidur. Dilihat saja, apakah akan berlanjut atau stop sampai di situ?

Seperti apa sebetulnya, hubungan FH dan PKS saat ini? Masih dipecat! Tapi, FH tak mau pergi. Ia masih merasa bagian dari PKS. Tawaran dari parpol lain ditolaknya, baik-baik. Ia malah memilih istirahat alias tak dicalegkan lagi. Satu kursinya kosong. Bisa jadi, bukan jatah PKS lagi. PKS sedang berjudi. Ini juga bukan kali pertama. Seperti mendukung Sudrajat membuang Demiz.

Pencabutan laporan itu, menjadi misteri. FH membisu. Termasuk, terhadap kawan-kawan yang sudah membersamainya, 2 tahun belakangan. Seorang kawan menulis, "semalam aku hanya menanyakan tentang spritualku." Itu saking galaunya ia, merespon langkah FH yang tiba-tiba itu.

Yang menarik justru respon dari pihak sebelah (osin). FH dituduh, tak cukup bukti. Kalau diteruskan hanya akan mempermalukan FH sendiri. Padahal bukti sudah sangat terang benderang. FH sudah tobat, menyadari kekeliruannya. Malah keburukan-keburukan FH, terus disebarluaskan.

Tapi, tak sedikit juga yang mengapresiasi langkah FH yang tiba-tiba itu. Terlepas, apakah ia mengerti atau tidak? Tidak ribut-ribut, silang-sengketa antar sesama, bagaimanapun, pasti jauh lebih baik. Untung FH di Afrika Selatan. Bila tidak, sudah banyak antri mau mencium keningnya.

Orang yang bisa membalas, lalu membalas, itu wajar. Nyawa dibalas nyawa. Tak mampu membalas, tapi sok bisa membalas, itu ngawur namanya. Nafsu kuat, tenaga kurang. Yang utama adalah yang mampu membalas, tapi memilih memaafkan. Kening orang seperti ini, layak dicium.

Tapi, bagi osin (pihak sebelah), apa pun yang dilakukan FH, pasti keliru. Diteruskan atau dicabut, sama saja. Malah diteruskan, mungkin akan lebih parah. Sebab, langkah sudah disiapkan. Justru, dicabut membuat ia tergagau. Persis tergagaunya, saat melihat AM masih bisa naik pentas. Di ruang-ruang tertutup, rumor terhadap AM ngeri. Ternyata AM belum habis, malah lebih fresh.

Sebetulnya, mudah saja membaca langkah FH yang tiba-tiba itu. Asal bisa disusun puzzle-puzzle berserakan sejak awal. FH itu manusia publik bukan misterius. Langkah-langkahnya bisa dibaca, diteliti. Bila ia memilih diam, bukan tak ada jawaban, tapi memang belum saatnya bicara.

Misalnya, FH keras mengkritik Jokowi tapi saat bertemu Jokowi, ia angkat tangan hormat dan tertawa lepas seolah-olah seperti penjilat. Itu orang yang tak mengerti FH. FH sedang hormat kepada Kepala Negara. Bagaimanapun, suka tak suka, Jokowi itu Presiden. Itulah yang dihormati.

Sama halnya, saat FH bersuara keras terhadap KPK, lalu sekonyong-konyong ia dianggap pro-koruptor. Itu melompat terlalu jauh. FH berpikir sistem, bukan isu. Kini, orang mulai paham bahwa kritik FH terhadap KPK itu sangat berdasar. Sejauh ini, belum ada yang dapat membantah.

Terkait pencabutan laporan, FH sering mengatakan, ini bukan persoalan pribadi. Bila soal pribadi, sudah lama ia angkat koper. Untuk apa semua ini? Ini soal cita-cita. 

Bagaimana cara kita menjemput mati. Pada akhirnya, ini perang itikad baik. Bukan, perang hancur-hancuran. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Bila semua sama-sama ikhlas, pada suatu titik pasti akan bertemu juga.

FH itu tak mau menari pada gendang yang ditabuh orang lain. Ia hanya akan menari pada gendang yang ditabuhnya sendiri. Kok belum tersusun puzzle-puzzle-nya? Namanya juga misteri.

Dapatkan info terkini:

0 Response to "Misteri FH"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus