Diskusi Kamisan Ngaji Geopolitik Global



Tidak seperti biasanya. Ta'lim Ishlah Pemuda PUI kali ini sangat berbeda. Biasanya setelah Ta'lim Ishlah langsung balik kanan menuju tempat masing-masing. Ke berbagai daerah para jamaahnya kembali.

Selepas pengajian yang dipimpin Ust. Eka Hardiana, para jamaah tidak beranjak pergi. Mereka masih setia menunggu diskusi yang dipantik Raizal Arifin, Ketua Umum PP Pemuda PUI. Azam kemudian membedah buku Lee Kuan Yew....

Buku ini sangat lugas membahas tentang pemikiran dan keberhasila Lee Kuan Yew membangun Singapura. Negara kecil yang jadi kawasan paling diperhitungkan di Asia Tenggara. Mulai dari membonsai Malaysia melalui Partai Aksi Rakyat.

Hal yang paling menarik dari pembahasan geopolitik global itu adalah tentang posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar. Apakah dengan kedekatan dengan Tiongkok membelakangi Amerika. Ternyata, godaan hutang ke Tiongkok juga mulai melirik IMF yang merupakan kepanjangan Amerika.

Di pihak lain. Poros Turky oleh Erdogan akan jadi peta baru. Turky bersama kebangkitannya di wilayah Timur Asia yang dekat Eropa.

Bagi Lee, AS dan Tiongkok akan terus bersaing. Tiongkok memantaskan dan menyiapkan diri dengan mengirim banyak mahasiswa ke kampus top AS. Hasilnya bisa dilihat sekarang. Dalam hal teknologi, senjata dan ekonomi. Tiongkok jadi kiblat negara negara pemburu hutang.

Indonesia dengan 245 juta jiwa tentu adalah objek besar. Pangsa pasar para negara adidaya. Bila tidak menyiapkan diri, maka tidak mustahil Indonesia hanya negara besar tapi lemah dalam percaturan global. (*)

Dapatkan info terkini:

0 Response to "Diskusi Kamisan Ngaji Geopolitik Global"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus