“AL-Aqsha Dalam Bahaya!"


Jumat, 20 April 2018
Oleh:
Ahmad Musyafa', Lc.
*Khutbah Pertama*
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَبَّبَ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوْبِنَا. وَكَرَّهَ إِلَيْنَا اْلكُفْرَ وَاْلفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ. وَجَعَلَنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. فَضْلًا مِنْهُ وَنِعْمَةً، سُبْحَانَكَ رَبِّي سَبْحَانَكَ، لَا علَمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَكَ أَنْتَ اْلعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، وَلاَ فَهْمَ لَنَا إِلاَّ مَا فَهَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْجَوَّادُ اْلكَرِيْمُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَالْمَلَكُوْتُ، وَلَهُ الْعِزَّةُ وَالْجَبَرُوْتُ، وَهُوَ اْلحَيُّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَمُعَلِّمَنَا وَقَائِدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَمَلَائِكَتُهُ، إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي، يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. فَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلَكرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَأْصْحَابِهِ وَمَنْ نَهَجَ نَهْحَهُ وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ وَاقْتَفَى أَثَرَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ...
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ...! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بسم الله الرحمن الرحيم، يَا أَيُّهَا اَّلذِيْنَ آمَنوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
*Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…!*
Pada hari jumat yang lalu, 26 Rajab yang bertepatan dengan tanggal 13 April, para ulama dan beberapa pimpinan Ormas Islam, secara khusus diundang oleh Lembaga Pegiat Pembebasan Baitul Maqdis Internasional. Dalam forum internasional ini, Indonesia diberikan penghargaan berupa lempeng kuning emas, bekas lapisan kubah Masjid Qubbatus Shakhrah Masjid Al-Aqsha.
Penghargaan ini diberikan atas dukungan kuat Indonesia selama ini untuk pembebasan Masjid Al-Aqsha dari kejahatan Zionis Israel. Penghargaan ini diberikan sekaligus pemberian amanah baru kepada para pimpinan ormas di Indonesia, untuk semakin memperluas dukungan, melipatgandakan perjuangan demi menyampaikan kewajiban ini kepada seluruh umat Islam Indonesia.
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat dinanti kiprahnya yang lebih besar. Indonesia menjadi harapan untuk melahirkan Umar bin Khattab dan Shalahuddin baru di abad ini, yang akan membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman penjajah Zionis Israel. Baitul Maqdis bukan milik orang Palestina. Bukan juga milik orang Arab. Tetapi milik umat Islam di seluruh dunia yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Umar bin Khattab _(radliyallahu an’hu)_ dari Madinah membebaskan Baitul Maqdis. Shalahuddin Al-Ayyubi bukan orang Arab, tapi dari bangsa Kurdi datang untuk mengembalikan Negeri Isra’ Mi’raj ke pangkuan umat Islam.
*Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullah…!*
Presiden AS, Donald Trump akan mengeksekusi keputusannya nanti tanggal 14 Mei 2018. AS akan memindahkan kedutaan besarnya ke kota Al-Quds (Yerussalem). AS akan memberikan kota Al-Quds kepada Israel untuk dijadikan sebagai Ibukotanya. Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan. Pemilihan tanggal ini untuk menumpuk prahara di atas prahara bagi Palestina, bagi umat Nabi Muhammad Saw. Tanggal 14 Mei 1948 adalah hari deklarasi negara Yahudi di atas tanah rampasan milik warga Palestina. Sehingga tanggal 15 Mei diperingati oleh warga Palestina sebagai Hari Nakbah. Hari Kesengsaraan bagi Palestina.
Ketika kota Al-Quds diresmikan menjadi Ibukota Israel, maka Israel menjadi penentu kebijakan mutlak, mengatur semua yang ada di dalam Al-Quds. Mulai dari tata letaknya, infrastrukturnya, penduduknya, dan kebijakan pengelolaanya. Termasuk di dalamnya, Masjid Al-Aqsha yang terletak di dalam kota Al-Quds. Inilah sebenarnya inti dari keputusan Donald Trump, mengambil alih Masjid Al-Aqsha. Menghancurkan Masjid Al-Aqsha, tempat Isra` Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Diganti dengan sebuah bangunan yang sudah disiapkan, Solomon Temple, Kuil Sulaiman, atau Haikal Sulaiman.
Sesungguhnya Kuil Sulaiman adalah kuil khayalan yang dibuat-buat Zionis Israel, demi memprovokasi Yahudi dunia agar datang merebut Masjid Al-Aqsha. Sesungguhnya kuil ini tidak pernah ada dalam sejarah Yahudi. Justru sebaliknya, bahwa rumah ibadah yang dibangun Nabi Sulaiman a.s. adalah Masjid. Tentu saja masjid adalah tempat ibadah bagi umat Islam. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw.
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((لَمَّا فَرَغَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ عليه السّلام مِنْ بِنَاءِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، سَأَلَ اللَّهَ صلّى الله عليه وسلّم ثَلَاثًا: أَنْ يُعْطِيَهُ حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ. وَمُلْكًا لَا يَنْبَغِي لَأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ. وَأَنَّهُ لاَ يَأْتِي هَذَا الْمَسْجِدَ أَحَدٌ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فِيهِ إِلَّا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ )). فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  ((أَمَّا ثِنْتَيْنِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا، وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ )). رواه أحمد، والنّسائيّ، وابن ماجه، واللّفظ له، وابن خزيمة، وابن حبّان في "صحيحيهما"، والحاكم أطولَ من هذا، وقال: صحيح على شرطهما، ولا علّة له
_Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash, Rasulullah Saw. bersabda: ((Setelah Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, meminta kepada Allah tiga hal dan dua permintaa telsh dikabulkan, dan kami berharap agar beliau mendapatkan yang ke-tiga; beliau pun meminta ketepatan dalam memutuskan kebijakan, Allah pun mengabulkannya. Ia meminta kerajaan yang tidak diberikan kepada siapapun setelahnya, Allah pun mengabulkannya. Ia juga memohon kepada Allah agar siapapun yang keluar dari rumahnya tidak ada keinginan lain kecuali hanya untuk shalat di Masjid ini (Al-Aqsha), maka kesalahannya keluar darinya seperti anak yang baru dilahirkan ibunya. Maka kami berharap agar Allah Swt. Mengabulkannya.”_ (HR. Ahmad, Nasai, dan Ibu Majah)
Redaksi yang digunakan Rasulullah Saw. dalam hadisnya adalah Masjid. Tidak ada kata Haikal. Maka sesungguhnya Masjid Al-Aqsha adalah warisan historis, warisan ideologis, dari Nabi Sulaiman a.s. untuk Umat Islam, umat Nabi Muhammad Saw.
*Wa yaa ummata Muhammad...!*
*Wahai umat Nabi Muhammad...!*
Rasulullah Saw. menjadi saksi atas keagungan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi ini. Beliau sangat sering menyebutkan dalam hadisnya. Sehingga sahabat penasaran atas keagungan negeri para nabi ini. Bahkan para sahabat mengira bahwa shalat di Masjid Al-Aqsha lebih besar pahalanya dibandingkan shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Seorang Sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw.:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ: تذَاكَرْنَا وَنَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، أَيُّهُمَا أَفْضَلُ: مَسْجِدُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَوْ بَيْتُ الْمَقْدِسِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: ((صَلاةٌ فِي مَسْجِدِيْ هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ فِيه،ِ وَلَنِعْمَ الْمُصَلَّى، ولَيُوْشِكَنَّ أَنْ لَا يَكُوْنَ لِلرَّجُلِ مِثْلُ شَطَنِ فَرَسِهِ مِنَ الأَرْضِ حَيْثُ يَرَى مِنْهُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا،  أَوْ قَالَ: خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا)). رواه الحاكم.
_Dari Abu Dzar r.a. berkata, kami saling bertukar pikiran bersama Rasulullah Saw., manakah yang lebih utama, shalat Masjid Rasulullah atau Baitul Maqdis. Rasulullah Saw. bersabda: “Sekali shalat di masjidku lebih utama empat kali daripada Baitul Maqdis, dan ia (Al-Aqsha) adalah sebaik-baik tempat shalat. Dan hampir-hampir tiba masanya, seseorang memiliki tanah seukuran kekang kudanya, dari tempat itu ia melihat Baitul Maqdis lebih baik dari dunia keseluruhan, atau lebih baik dari dunia dan seisinya.”_ (HR. Al-Hakim. hadis Hasan)
Di dalam hadis ini Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa Shalat di Masjid Nabawi pahalanya empat kali lipat shalat di Masjid Al-Aqsha. Tetapi lanjutan hadis menunjukkan, bahwa Masjid Al-Aqsha adalah sebaik-baik tempat shalat. Orang yang hanya melihat langsung Baitul Maqdis dari tanah yang dimiliknya, lebih baik daripada dunia dan seisinya. Hanya melihat! Hanya melihat! Bagaimana dengan shalat di dalamnya? Bagaimana dengan mereka yang ribath (menjaga) Masjid Al-Aqsha? Sungguh para _Murabithun_ dan _Murabithath_ adalah mereka yang dipilih Allah mewakili seluruh umat Islam, menjaga kesucian kiblat pertama Islam.
Maka menguatkan mereka adalah kewajiban. Mendukung perjuangan mereka adalah fardlu ain, bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Sebaliknya, meninggalkan mereka sendirian adalah melalaikan kewajiban Allah. Meninggalkan arahan dan petuah Rasulullah Saw. Allah akan menghsab kita semua, mempertanyakan peran kita terhadap tempat suci yang digunakan shalat oleh seluruh nabi dan rasul ini.
*Wahai Umat Rasulullah...!*
Kita sering berharap mendapatkan telaga Rasulullah. Kita sering memohon kepada Allah agar bisa minum dari telaga Rasulullah Saw. padahal telaga Rasulullah ada di antara Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsha. Tidakkah kita malu kepada Rasulullah Saw. meminta telaganya sementara kita melalaikan tempat dimana diletakkan telaga Rasulullah Saw.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ y، أَنَّ النَّبِيَّ   قَالَ: ((إِنَّ لِي حَوْضًا مَا بَيْنَ الْكَعْبَةِ، وَبَيْتِ الْمَقْدِسِ، أَبْيَضَ مِثْلَ اللَّبَنِ، آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ، وَإِنِّي لَأَكْثَرُ الْأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ)).
_Dari Abu Sa’id al-Khudri berkata, bahwa Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Aku mempunyai telaga antara Ka’bah dan Baitul Maqdis, putih seperti susu, wadahnya sebanyak bilangan bintang. Dan aku nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.”_ (HR. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Mâjah No. 4301, al-Bushairi berkata, hadis ini lemah karena ada Athiyah al-‘Aufy. Disahihkan oleh al-Albani)
Demikian agung kedudukan Baitul Maqdis bagi kita, umat Nabi Muhammad. Negeri ini juga sangat dicintai Rasulullah Saw. maka sewajarnya kita yang mengaku umat Nabi Muhammad Saw. mencintai semua yang dicintainya. Semoga kita termasuk diantara orang-orang yang dipilih Allah, sebagai para pembebas Masjid Al-Aqsha. Menunaikan kewajiban kita kepada Allah. Membuktikan cinta kita kepada baginda Rasulullah Saw.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونعني واياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم،
*Khutbah Kedua*
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونستهديه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له،
اشهد ان لا أله إلا الله وحده لا شريك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده.
اللهم صل على سيدنا محمد، وعلى آل سيدنا محمد، كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، في العالمين إنك حميد مجيد.
قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله ولتنظر نفس ما قدمت لغد، واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون.
ويا معاشر المسلمين، ادعوا الله تعالى وأنتم موقنون بالإجابة، اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات، اللهم أعزنا بالإسلا وأعز الإسلام بنا، اللهم انصر من نصر الدين واخذل من خذل المسلمين. اللهم ارفع عنا الغلاء والوباء والشدائد والمحن والفتن، من بلدنا هذه اندونيسيا ومن سائر بلاد المسلمين عامة، برحمتك يا أرحم الراحمين.
اللهم انصر إخواننا المستضعفين المحاصرين في غزة، في فلسطين، رحماك بهم يا رب العالمين. اللهم عليك باليهود المعتدين ومن عاونهم، اللهم شتت شملهم ومزق جمعهم، وزلزل أقدامهم وألق في قلوبهم الرعب، إنك على كل شيئ قدير.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون، اذكروا الله يذكركم واشكروا على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
(Direktur International Aqsa Institute, Anggota Komite Pembentukan Ikatan Ulama Indonesia Pembela Al-Quds)

Dapatkan info terkini:

0 Response to "“AL-Aqsha Dalam Bahaya!""

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus