Kunjungan Sang Mualaf

Oleh: Hanny Kristianto

prorakjat.com - Bismillah, hari ini Allah mudahkan saya melangkah ke Polda Metro Jaya menemui Pdt. Abraham Moses alias Saifuddin Ibrahim yang mengaku murtadin lalu menghina nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, menista ajaran Islam dan sudah ditangkap oleh Reskrim Cyber Sek Mabes Polri
Hanny Kristianto (kanan) bersama Saifuddin Ibrahim. dok. pribadi
Semoga tertangkapnya pendeta Abraham Moses ini bisa  menjadi pelajaran bagi kita semua dalam memahami betapa suatu kondisi adalah kompleksitas serta bagaimana merespon suatu peristiwa..

Kita apresiasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menangani kasus - kasus penistaan agama Islam.. Kita doakan kebaikan dan balasan terbaik dari Allah Ta'ala bagi aparat yang telah bekerja keras menangkap dan menegakkan hukum selama ini..

Saya agak surprise dengan penampilan baru pendeta ini, sekarang dia botak dan terlihat berbeda dengan performanya di video dan media sosialnya selama ini.. Terlihat lebih ramah dan banyak senyum - senyum sendiri..

Juga meski baru bertemu rupanya pak pendeta ini sudah lebih dahulu mengenali dan menyebut nama saya.. "Ada orang penting datang, Hanny Kristianto ya?" ujarnya.

Saya jawab, "ah, saya hanya orang biasa pak pendeta.. baik jadi orang penting tapi lebih penting jadi orang baik."

Orang penting itu walau seorang budak hitam pendek, paling jelek dikota Makkah tapi belum mati pun sudah dikenal penduduk surga "Bilal bin Rabah" namanya..

Setelah dipersilakan duduk oleh petugas jaga, saya kemudian mengajukan beberapa pertanyaan mengenai keberadaan teamnya.

Diantaranya adalah Fadil Mulya dan Kanya yang juga telah memprovokasi, menista Islam menghina nabi dan masih disembunyikan oleh orang gereja sampai hari ini.

Dari perbincangan sekitar 30 menit tadi, saya mulai paham mengapa pernah mengaku Islam dan murtad kemudian melakukan semua kejahatan selama ini, isi perbincangan diantaranya:

Pertama, pernah mendapat doktrin ajaran sesat bahwa ajaran Islam memerintahkan membunuh kafir dan itu diyakininya sampai sekarang.

Spontan tadi saya jawab, "Meski ada pak polisi, jika Allah ijinkan dengan kedua tangan saya, in syaa Allah mudah bagi saya membunuh anda sekarang juga."

Namun, batas kewenangan, peran dan posisi batas saya adalah menyangkal dengan hati sebagai amar ma'ruf.

Sedangkan untuk nahi munkar saya serahkan kepada yang berhak dengan tangan mereka yaitu polisi, kejaksaan dan pemerintah..

Bukankah saat ini ada jutaan non muslim diluar sana termasuk murid - murid anda juga para pengikut anda yang seperti anda menghina dan menista Islam tetapi sampai detik ini masih hidup aman diluar sana?

Kedua, pernah salah mempelajari Islam dan menyimpang dari ajaran-ajaran agama Islam. Sebaik baik nama dalam Islam adalah Abdullah dan Abdurrahman.

Tetapi justru malah memberi nama ketiga putranya dengan nama Khomeini, Khadafi dan Saddam Husein (yang Alhamdulillah masih muslim dan istiqomah sampai sekarang). Salah data jumlah korban perang, disebut 5 ribu orang.

Faktanya selama 23 tahun berdakwah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengalami 9 kali peperangan besar dan 53 kali ekspedisi militer.

Selama 10 peperangan tersebut, jumlah korban yang jatuh dari keduabelah pihak "hanya" mencapai 386 jiwa -> bandingkan dengan jumlah umat muslim yang dibantai Israel dan para budha Myanmar saat ini.

Ketiga, dengan pola pikir dan pandangannya, saya menduga kuat dia pernah menjadi simpatisan Negara Islam Indonesia (NII) dimana gerakan NII tidak seperti gerakan teroris yang melakukan aksi-aksinya melalui serangan bom dan aksi kekerasan lainnya.

NII sangat rapi dan terorganisir dalam merekrut pengikutnya dan pelakunya justru seseorang yang diajari Iqro dan hadits kemudian dipilih yang dianggap pandai dan bisa paham tafsir Alquran untuk dikaderisasi menjalankan gerakan cuci otak

Dalam gerakan ini ada struktur layaknya negara. Pemimpin tertinggi atau presiden dalam NII disebut sebagai khalifah atau imam yang di bantu menteri - menteri..

Semoga gerakan NII ini dapat dibasmi sampai keakarnya oleh TNI dan Polri karena sangat berbahaya bagi NKRI

Keempat, karena kedekatan syaikhul ma’had NII Al-Zaytun Panji Gumilang dengan para pendeta dan misionaris Kristen, pada Natal tahun 2005 Yayasan The Gideon International bisa membagi-bagikan ribuan Bibel pada santri di pesantren.

Kelima, Syaikh Panji Gumilang telah bernubuat dan pernah menyebut serta mengutus dirinya menjadi “Pendeta Abraham.”

Keenam, pengakuan palsu sebagai mantan kiai banyak disukai. Sehingga banyak mendapat kesempatan yang diberikan gereja - gereja mengundangnya menjadi pengkothbah, dan lain sebagainya

Inilah sedikit yang saya bisa gali dari beberapa sebab yang mendasari semua kejahatan dan kesesatan yang dilakukan Saifuddin Ibrahim ini..

Karena akan tiba waktunya shalat maghrib, maka saya putuskan pamit dan menyudahi pertemuan ini..

Sebelum saya pamit pendeta Saifuddin minta izin mendoakan saya, saya jawab tidak usah dan tidak perlu karena Allah saya bukan tuhan anda, Allah saya tidak perlu perantara.

Islam tidak butuh anda dan saya, kita yang butuh Islam, terbukti hari ini, tanpa Islam kita pasti tersesat dan kalah.

Hari ini kita kembali membuktikan kebenaran kalamullah:

۞ مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)? (QS. Hud 24)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin,

yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Maidah 54)

Pertemuan hari ini juga mengingatkan saya pada kisah Rabiah bin Umayyah bin Khalaf Al Qurasy dan kisah Abdullah bin Sa’d bin Abi Sarhin (saudara susuan Utsman bin Affan).

Semoga kisah pendeta Abraham Moses bisa menjadi kunci sebab kemenangan dan kejayaan Islam yang lebih besar lagi. Semoga bermanfaat dan dapat diambil ibrohnya.

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
لله أكبر‎ الله أكبر‎ الله أكبر‎  (*)

Dapatkan info terkini:

0 Response to "Kunjungan Sang Mualaf"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus